Inilah 5 Aplikasi Investasi yang Cocok untuk Generasi Milenials

Berinvestasi tidaklah selalu ribet. Di zaman serba teknologi ini, urusan keuangan pun bisa kamu atur lewat layar ponsel, termasuk urusan berinvestasi. Saat ini sudah banyak platform investasi dalam bentuk digital yang diakses secara online dan terdaftar secara resmi di OJK. Investasi lewat aplikasi ini bisa kamu lakukan melalui platform pinjam meminjam online, atau dikenal dengan istilah peer to peer lending (disingkat: P2P Lending). Berbagai keuntungan bisa kamu dapatkan dengan berinvestasi melalui aplikasi P2P lending ini, namun bagaimana mengetahui aplikasi mana yang terbaik untuk kebutuhan investasi kamu? Berikut ini ulasan 5 aplikasi P2P Lending yang cocok untuk berinvestasi.

  1. KoinWorks

Perusahaan penyedia layanan P2P lending satu ini berdiri sejak tahun 2016 atas nama PT Lunaria Annua Teknologi Baru. Hingga Agustus 2019, aplikasi ini telah memiliki lender yang berinvestasi pada aplikasi mereka sebanyak 112.762 lender (pihak peminjam). KoinWorks memiliki keunggulan pendanaan yang kuat sehingga menjamin keamanan para lender.

 

Untuk berinvestasi di KoinWorks, kamu cukup memiliki dana minimal Rp 100.000 dan bisa memilih investasi dengan segala jenis resiko. Kamu bisa memilih grade investasi mulai dari kategori A hingga kategori E yang merupakan pendanaan beresiko paling tinggi. Namun, semakin tinggi resiko semakin tinggi pula bunga yang kamu dapatkan.

 

KoinWorks mendukung para investor yang sibuk dengan mengadakan fitur auto purchase, dimana dengan mengatur nominal tertentu pada suatu waktu, uang kamu akan terdebit secara otomatis untuk berinvestasi, sehingga kamu tidak perlu mengadakan pembaruan secara manual dan berkala.

 

  1. Investree

Aplikasi Investree menawarkan suku bunga yang cukup menarik bagi investor, yakni 12-18% per tahun. Sejak berdiri tahun 2018, Investree telah menggelontorkan dana pinjaman sebesar Rp 1-4 triliun kepada 3.730 peminjam dengan persentase peminjam tidak terlambat bayar sebesar 99,70%. Bagi peminjam yang terlambat bayar, akan ada kompensasi yang dikenakan.

Investasi di Investree memiliki metode Invoice Financing atau pembayaran tagihan perusahaan oleh pihak investor melalui Investree. Hal yang membuat investasi di Investree terjamin adalah banyaknya pihak peminjam yang datang dari perusahaan besar, seperti Telkomsel dan Unilever. Aplikasi ini akan memunculkan notifkasi jika ada penawaran pinjaman baru untuk peminjam.

 

  1. Amartha

Amartha memiliki misi sosial ekonomi di balik layanan investasinya. Dengan menggelontorkan dana pinjaman yang diinvestasikan oleh para pemodal / investor, Amartha memberikan pendanaan untuk perempuan pegiat UMKM di daerah pedesaan dan pinggir kota di Jawa. Aplikasi investasi ini khusus melayani peminjam modal yang tidak memiliki akses ke bank (unbankable). Aplikasi Amartha sangat membantu penyaluran dana yang tidak bisa dicover oleh bank sehingga keberadaannya didukung pemerintah.

Adanya aplikasi Amartha untuk berinvestasi sangat menguntungkan, karena menjembatani pemodal dengan pengusaha mikro. Sedangkan pengusaha mikro memiliki nilai return yang cukup tinggi.

 

  1. Danamas

Danamas adalah perusahaan penyedia layanan P2P lending pertama yang berhasil terdaftar di OJK. Mirip dengan Amartha Danamas memiliki misi untuk mendanai para pegiat UMKM untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf usaha mereka, dan mencetak lebih banyak pegiat UMKM. Danamas memberikan jaminan asuransi kepada peminjam jika ada kejadian terlambat bayar, sebesar 70% dari total dana yang dipinjamkan.

 

Berinvestasi menggunakan aplikasi Danamas bisa memberikan kesempatan untuk investor menentukan suku bunganya sendiri, dengan besaran return hingga 20%. Kamu bisa berinvestasi hanya dengan modal Rp 50.000.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *